Cara Kerja Printer Inkjet

Bagaimana sebuah printer Inkjet bekerja

Disaat kita meng-klik tombol OK atau Print, ada beberapa aksi yang dilakukan.

  1. Aplikasi perangkat lunak yang digunakan mengirimkan data yang akan dicetak ke printer driver.
  2. Driver menerjemahkan data yang dikirimkan menjadi data yang dapat dimengerti oleh printer dan memeriksa apakah printer siap untuk melakukan pencetakan.
  3. Data kemudian dikirimkan oleh driver dari komputer ke printer dengan menggunakan antarmuka koneksi paralel/USB.
  4. Printer menerima data dari komputer dan sejumlah data disimpan dalam Buffer. Buffer dapat berukuran dari 512 KB RAM hingga 16 MB RAM bergantung pada modelnya. Buffer sangat berguna karena mengijinkan komputer melakukan pencetakan dengan cepat daripada harus menunggu halaman yang sebenarnya untuk dicetak.
  5. Jika printer dalam status idle dalam waktu yang lama, biasanya akan dilakukan proses pembersihan head print terlebih dahulu. Setelah pembersihan selesai, printer siap untuk mencetak.
  6. Circuit Control mengaktifkan feed motor stepper untuk mengambil kertas. Motor ini mengaktifkan roll dan mengambil kerta yang ada pada tray kertas. Ada mekanisme kecil yang melakukan pengecekan pada tray kertas. Jika ada kertas yang terdeteksi, maka pencetakan dilakukan. Tapi jika tidak terdeteksi adanya kertas, LED pada printer akan menyala dan printer mengirim alertPrinter is out of paper pada komputer.
  7. Setelah kertas dimasukkan, print head menggunakan belt untuk berpindah posisi mengitari kertas. Motor berhenti setiap sepersekian detik memberi waktu pada print head untuk menyemprotkan titik-titik tinta pada kertas sebelum kembali bergerak. Pergerakan ini terjadi begitu cepat sehingga terlihat seperti kontinyu.
  8. Beberapa titik dibuat dalam sekali semprot. Head print menyemprotkan warna CMYK dalam nilai yang tepat sehingga didapat warna yang diinginkan.
  9. Setelah mencapai batas sisi kertas, print head kembali ke sisi awal kertas (atau pada beberapa printer print head berputar/berbalik) dan kembali mencetak.
  10. Proses diatas berulang hingga tercetak satu halaman penuh. Waktu yang digunakan untuk mencetak satu halamann juga bervariasi, bergantung pada kompleksitas halaman ataupun gambar yang dicetak.
  11. Setelah pencetakan selesai, head print diposisikan disisi lain diluar area kertas. Feed motor stepper kemudian mendorong kertas hingga kembali ke tray dan pencetakan selesai. Saat ini, kebanyakan printer sudah menggunakan tinta yang cepat kering sehingga dokumen hasil cetak dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu smudging terlebih dahulu.

 

sumber dari : http://www.nurwahyudin.com/komputer/mengenal-cara-kerja-printer-ink-jet

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mari Install Ubuntu Menggunakan VMware!!


pertama sih saya tidak tahu, apa sih VMware, ooo, ternyata VMware tu semacam software yang membuat laptop atau PC kita mempunyai semacam virtual OS gitu, ada OS didalam OS, okelah, mari kita mulai!!!

1. Pertama-tama pastikan kalian memiliki ISO Linux Ubuntu, software VMware….

2. Install VMware

3. Tunggu tampilan Ubuntu muncul di VMware.

5. Pi;ih Bahasa yang akan digunakan.
6. Lalu klik Install Ubuntu.
7. Pilih Regionnya Asia dan Time Zonenya Indonesia (jakarta).
8.  Di menu keyboard ini pilih suggested optionnya USA, dikolom kotak putih tersebut, kalian bisa mencoba keyboard anda. Lalu Klik forward.
9. Pilih Specification manually (advanced), lalu forward.
10. Klik New Partition Table. Lalu klik continue.
11. Tampil sebuah free disk dengan memori bebasnya. Kemudian pilih add untuk membuat partisinya.
12. Pilih Type for new partition “Primary”, buat free spacenya, pilih “begining”, use as ” swap area”, lalu pilih “Ok”. Lakukan seperti itu sesuai keinginan kalian untuk membuat beberapa partisi. (catatan : ganti use as menjadi “ext.4 jornaling file system”, dan isi mount point dengan “/” untuk membuat partisi lainnya.) . setelah itu klik “forward”.
13. Isi data yang diminta oleh software Ubuntu.
14. Ubuntu siap untuk menginstall. Tunggu hingga 100 %
15. Ubuntu siap dimainkan.
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Teknologi pada Harddisk

Salam Hangat lagi…

Saya datang lagi nih, kali ini saya akan membahas teknologi-teknologi yang terdapat pada Harddisk. Yang akan saya bahas adalah Harddisk teknologi RAID, NAS, dan HAS.

  • Mengenal RAID

RAID singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks, tapi juga ada yang menyebutkan Redundant Array of Independent Disks. RAID merupakan gabungan beberapa harddisk yang terhubung satu sama lain. Meski kumpulan dari beberapa HDD, sistem pengoperasiannya tetap membaca sebagai satu disk. RAID di desain untuk meningkatkan keandalan data atau meningkatkan kinerja I/O dari harddisk.

Saat menyimpan sebuah data, data yang sama akan disimpan dalam harddisk lain, sehingga tingkat kegagalan penyimpanan data akibat kerusakan disk berkurang. Sebaliknya, data dalam setiap hard disk juga akan dibaca pada waktu bersamaan. Dengan begitu, akses data akan lebih cepat karena jika satu hard disk gagal terbaca, maka data yang sama pada hard disk lain akan menggantikannya. Karena kemampuannya lebih tinggi dibanding hard disk biasa, RAID umumnya digunakan untuk server.

  • NAS (Network Attached Storage)
Network-Attached Storage (NAS) device adalah sebuah sistem penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network. Klien mengakses NAS melalui RPC ( remote-procedure-call) seperti NFS untuk UNIX atau CIFS untuk Windows. RPC dibawa melalui TCP atau UDP (User Datagram Protocol) dari IP network biasanya dalam local-area network (LAN) yang sama dengan yang membawa semua lalu lintas data ke klien. Unit NAS biasanya diimplementasikan sebagai sebuah RAID array dengan software yang mengimplementasikan interface RPC.
NAS menyediakan jalan yang cocok untuk setiap komputer dalam sebuah LAN untuk saling berbagi pool penyimpanan dengan kemudahan yang sama seperti menamai dan menikmati akses seperti HAS lokal. Umumnya cenderung untuk lebih tidak efisien dan memiliki peforma yang lebih buruk dari penyimpanan direct-attached.
ISCSI adalah protokol NAS terbaru. Protokol ini menggunakan protokol IP network untuk membawa protokol SCSI. Host dapat memperlakukan penyimpanannya seperti direct-attached, tapi storage-nya sendiri dapat berada jauh dari host.
  • HAS (Host Attached Storage)
Host-Attached Storage (HAS) adalah pengaksesan storage melalui port M/K lokal. Port-port ini menggunakan beberapa teknologi. PC biasanya menggunakan sebuah arsitektur bus M/K yang bernama IDE atau ATA. Arsitektur ini mendukung maksimal 2 drive per M/K bus. Arsitektur yang lebih baru yang menggunakan simplified cabling adalah SATA. High-end workstation dan server biasanya menggunakan arsitektur M/K yang lebih rumit, seperti SCSI atau fiber channel (FC).
—SEKIAN—
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Mengatasi Masalah Pada Harddisk, dijamin 99.99 % manjur!!

Mungkin kalian pernah merasakan betapa sumpeknya kalo tiba-tiba membuka data kalian sangat lamaaa, udah ditunggu lama, ehh, ternyata harddisk kalian bermasalah. Terformat sendiri kek, tidak terdeteksi kek, parah lagi kalo udah bad sector, udah deh, pasti tinggal dipikiran kalian, “ya sudahlah, daripada bingung-bingung, mending di install ulang aja deh…”, stop! Jangan menyerah dulu-lah, masalah-masalah tersebut masih bisa diatasi kok, diblog saya ini, akan membantu kalian untuk menjadi lebih semangat dan pantang menyerah dalam mengatasi HARDDISK NAKAL, lets going to the problem…
1. HARDDISK (TIDAK SENGAJA) TERFORMAT, hehehe…
Ya jelaslah, pasti data yang di dalam harddisk kalian hilang. Gak kebayangkan bila di dalam harddisk tersebut banyak banget data yang penting-penting, (kayak foto pacar, atau games yang butuh waktu lama mainnya, dan tugas-tugas kuliah) tiba-tiba harus hilang karena harddisk tersebut terformat, pasti nangis-nangis dah kalian. Dengan adanya kejadian tersebut, maka sebaiknya kalian mematikan dulu komputer, lalu lepasin harddisk kalian, hubungkan harddisk kalian ke komputer lain, pinjem punya teman, atau pinjem warnet (loh, emang bisa pinjem komputer di warnet, ahaha). Menyambungkan harddisk tersebut menggunakan kabel USB 2.0 to SATA IDE CABLE, perangkat ini berfungsi untuk mengkoneksikan harddisk dengan tipe SATA ataupun IDE menjadi koneksi USB. Kabel ini bisa dibeli ditoko-toko komputer kok, harganya berkisar antara IDR 65,000,- , kemudian gunakan software-software mengembalikan data seperti :
• DiskDirectorSuite 10.0.2160 (Download link : http://www.mediafire.com/?mdyhentjym0 )
• GetDataBack for NTFS v3.32 (Download link : http://www.mediafire.com/?u0lnzzdnfql )
• Virtuallab data recovery (Download link : http://www.mediafire.com/?xygm0kk2vjy )

2. Data di HARDDISK Kena Virus
Inilah factor yang bisaanya menyebabkan kita harus terpaksa (dan sukarela) untuk memformat harddisk kita, berikut tips agar tidak terkena virus :
• Pastikan matikan autorun kalian, caranya buka RUN > ketik “gpedit.msc” > Komputer Configuration > Administrative Templates > System > Turn off Autoplay > pilih Enabled, lalu pilih turn off autoplay on : All drives > Ok
Setelah bagian “Komputer Configuration “usai di seting selanjutnya adalah pada bagian “User Configuration” . User Configuration > Administrative Templates > System > Turn off Autoplay > pilih Enabled, lalu pilih turn off autoplay on : All drives > Ok
• Update anti virus kalian! Jangan hanya Cuma diinstal, harus update, update, dan diupdate, tetapi jangan terlalu banyak program anti virus didalam komputer kalian, jika terlalu banyak, bisaanya anti virus tersebut akan saling hapus menghapus sesama anti virus (bukannya menghapus virus malah menghapus sesama jenis, hadeh..).
• Jika sudah terkena virus, sebisanya scan dahulu, ok? Jangan hanya dihapus virusnya saja, pastilah akan muncul lagi virus tersebut, atau bisaanya langsung tanpa pikir panjang, “FORMAT”, that is hopeless,,, say no (dulu) to FORMAT, masih ada cara yang “SMART” ahaha…

3. Partisi pada Harddisk Hilang atau Terhapus
Apa itu partisi? Partisi adalah sebuah pembagian wilayah atau kontinen-kontinen pada harddisk, missal, kita punya harddisk 300 Gb, kita bisa membaginya menjadi 3 partisi, Local disk (C:), Local disk (D:), dan Local disk (D:). Atau anda bisa membagikan wilayah tersebut sesuka anda menggunakan PartitionMagic 8.0 (cara menggunakan PartitionMagic 8.0 link : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080717003607AAJZro4 )
Ok, kembali ke topic kita sebelumnya. Pada keadaan seperti ini, komputer masih bisa login ke windows (jika partisi yang hilang bukan partisi dimana MBR berada). Partisi tidak bisa tampil pada windows eksplorer. Coba dicheck dulu dengan cara klik kanan My Komputer> Manage > pada storage pilih “disk Management”. Coba dilihat pada jendela sebelah kanan, terlihat apa tidak partisi yang hilang atau tidak muncul tadi. Setelah itu gunakan software untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus. Saran saya gunakan sajalah Partition Find and Mount (download link : http://www.ziddu.com/download/10903270/findandmount2.31.rar.html ) . Menggunakannyapun cukup mudah dan sederhana, yaitu setelah program dibuka pilih harddisk > scan > pilih salah satu dari pilihan yang tersedia > klik scan. Jika sudah ketemu partisi yang dicari (partisi yang hilang atau terhapus) klik Mount As, ikuti perintah selajutnya. Buka kembali windows explorer, hope your partition comeback home, amien… (ingat! Say no (dulu) to “FORMAT”, masih ada cara yang “SMART”).

4. Harddisk tidak terdeteksi
Loh?? Mana Harddisk ku? Kok ga ada sih, jangan-jangan dikomputer ini ada penjaganya, hiiii…
Janganlah lari dulu, cobalah dicek dulu, apakah harddisk kamu bener-bener ada atau hilang dengan sendirinya! Jika harddisk kalian benar-benar masih ada, tapi tidak terdeteksi, saya sarankan untuk melakukan cara : pada saat komputer booting, masuk ke BIOS dengan menekan tombol delete atau F2 (tergantung merek dari motherboardnya sih..), kemudian pilih pada standart CMOS setup. Maka akan tampil sejumlah harddisk maupun cdrom yang terpasang dikomputer kalian.
Penyebab harddisk tidak terdeteksi mungkin kabel data atau kabel power tidak tersambung dengan benar. Atau juga disebabkan oleh pengaturan jumper yang tidak benar. Mungkin juga, bisa jadi harddisk kamu memang benar-benar rusak parah, tinggal lembiru ajalah klo sudah seperti itu. Apa itu, SAMPAH, ahaha…

5. Harddisk lemot membaca dan menyimpan data
Jangan salahkan komputernya, salahkan kalian sendiri, kenapa file-file yang tidak perlu atau yang sudah lama ga kepake disimpen terlalu lama, dan MENUMPUK, itulah yang menyebabkan harddisk kalian lemot, bersihin lah, atau buang dan musnahkan file dari tempatnya. Tips lainnya adalah :
• Temporary Files, sebuah komputer dengan system operasi Windows secara normal membutuhkan file-file sementara untuk aplikasi yang dijalankan. Jika tidak dihapus, maka akan membuat komputer menjadi agak lambat. Contoh dari Temporary Files adalah : Internet Cache, dan file-file yang MENUMPUK pada recycle bin. Ada satu lagi yaitu : Windows Temporary Files, Windows dan beberapa aplikasi/program akan membuat berbagai macam file temporary untuk kebutuhan aplikasi itu sendiri saat dijalankan, kadang-kadang setelah aplikasi selesai digunakan aplikasi/program tersebut tidak menghapus Temporary Files tersebut. Hapuslah Temporary Files tersebut agar windows menjadi tidak lambat dan tidak membuat penuh isi hardisk. Cara menghapusnya buka Windows explorer, arahkan ke “C:\Documents and Settings\(nama user di PC)\Local Settings\Temp” Hapus semua isinya. Hapus juga semua file yang ada di direktori “C:\WINDOWS\Prefetch” (100% aman).
• Updatelah windows kalian dan sering-seringlah men-defrag komputer kalian, ok!

6. Harddisk Badsector
Wah, inilah peringkat pertama masalah dari Harddisk, yaitu BADSECTOR, apa sih bad sector? Adalah kondisi dimana harddisk masih berputar dan keadaan controller harddisk masih bekerja namun akan sering terjadinya error pada tampilan. Masalah timbulnya bad sector adalah kondisi platter pada Harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama semakin rusak, dan akhirnya terpaksa LEMBIRU.
Kedua, Kondisi platter yang aus tetapi belum sampai parah. Atau kata lain “platter cukup stabil”. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter mungkin di low level.
• Untuk memperbaiki badsector tersebut, harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). Dapat dilakukan dari BIOS atau software. Untuk BIOS, LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor – MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96. Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data di dalam harddisk, serta informasi bad sector. PERINGATAN : menggunakan LLF dapat menghapus semua data didalam harddisk, dan jika mengalami kegagalan dalam menggunakan LLF dapat merusak harddisk, dan terpaksa dilakukan LEMBIRU.
• Tahap berikutnya adalah membuat partisi harddisk dengan program FDISK dengan satu partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).
• Format Harddisk dengan FORMAT C: /C. Penambahan /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector.
• Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
• Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.
• Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
• Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.
• Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan

* Baik 0-20% 20%
* Bad sector 21% Dibuang
* Baik 22-89% 67%
* Bad sector 91% Dibuang
* Baik 91-100% 9%

Ya, seperti itu lah masalah-masalah yang dihadapi oleh Harddisk kalian, semua benda elektronik pastinya akan mengalami suatu kerusakan atau ke-errorran. Ya, intinya segala sesuatu yang diciptakan manusia tetaplah tidak bisa sesempurna atas ciptaan dari Tuhan Yang Maha Pencipta seluruh alam. Pokoknya “say no (dulu) to FORMAT, masih ada cara yang SMART”
– Sekian –

Thanks to :
http://rahmabasel.blogspot.com/2010/07/permasalahan-seputar-harddisk-dan-cara.html
http://mudha.wordpress.com/
http://www.mediafire.com
http://www.ziddu.com/
http://blog.unand.ac.id/ikhwanulkamal/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mengenal PC Rating pada RAM dan penghitungannya

Sebenarnya sudah ada sih di artikel saya sebelumnya mengenai Sejarah dan Perkembangan Monitor, tapi disini saya akan membahasnya lagi.

PC Rating

Untuk memory sebuah (satu keping) memiliki bandwitdh data sebanyak
64bits, itu sama dengan 8 bytes data (bus width).
Karena DDR RAM (double data rate) selalu dikali dengan 2 (Cycle per
clock), maka setiap FSB yg berjalan selalu dikalikan 2.
Maka hubungan antara Bus speed (MT/s) dan clock speed (Mhz) memory adalah:

Bus Speed = Clock speed x 2 Cycle per clock.

Bandwidth memory = Bus Speed x 8 bytes (64 bites)

Jadi lebih lengkapnya:

Untuk DDR
————

Clock(MHz) | Bus Speed (MT/s) | Bandwidth memory (MBps) | Modules Standar
——————————————————————————————
100,0 DDR 200 200 x 8 = 1.600 PC 1600
133,33 DDR 266 266 x 8 = 2.133 PC 2100
150,0 DDR 300 300 x 8 = 2.400 PC 2400
166,66 DDR 333 333 x 8 = 2.667 PC 2700
183 DDR 366 367 x 8 = 3.000 PC 3000
200,0 DDR 400 400 x 8 = 3.200 PC 3200
216 DDR 433 433 x 8 = 3.466 PC 3500
233,33 DDR 466 466 x 8 = 3.733 PC 3700
250,0 DDR 500 500 x 8 = 4.000 PC 4000
266,66 DDR 533 533 x 8 = 4.266 PC 4300

Untuk DDR2
————-

Clock(MHz) | Bus Speed (MT/s) | Bandwidth memory (MBps) | Modules Standar
———————————————————————————-
200,0 DDR2 400 400 x 8 = 3.200 PC2 3200
266,66 DDR2 533 533 x 8 = 4.266 PC2 4300
333,33 DDR2 666 666 x 8 = 5.333 PC2 5400
400 DDR2 800 800 x 8 = 6.400 PC2 6400

untuk “Dual Channel DDR” (khusus untuk mobo yg sudah
mensupportnya), perhitungan dasar untuk dual channel adalah bila 1
keping memory memiliki lebar data 64 bits, maka untuk dua keping yg
“identik” akan menghasilkan 2 x 64 bits = 128 bits bandwidth.

Maka dari 128 bits itu sama dengan 16 bytes.

Kita ambil contoh untuk yg 200 MHz maka perhitungannya menjadi

400 MHz x 16 bytes (128 bits) = 6.400 MBps.

Bagaimana dengan perhitungan memory SDRAM (Single DataRate RAM)?
Untuk SDRAM tidak mengenal perkalian dua, karena bekerja 1 kali siklus
per clock, maka bandwidth untuk SDRAM yaitu :

133.33MHz x 8 bytes (64 bits) = 1.066 MBps
100MHz x 8 bytes (64 bits) = 800 MBps
66MHz x 8 bytes (64b bits) = 533 MBps

MT/s = MegaTransfer per second
MHz = MegaHertz
MBps = Megabytes per second
PARiTy = System pengecekan error pada memory.
ECC = Pengembangan dari Parity.

Timing pada memory tidak lain tidak bukan adalah delay (jeda). Memory memiliki banyak sekali timing (tcl, trp, trcd, tras, trc, trrd, tref, etc), tapi yg paling berpengaruh pada performa adalah Tcl (Cmd Length), Trp (Row Precharge), Trcd (Row to Column Delay) dan Tras (Row Address Strobe). Semua istilah2 ini muncul karena memory pada dasarnya disusun secara array dalam baris dan kolom. Pada memory yg berkualitas tinggi, kemampuan responnya cukup baik sehingga memiliki timing yg rendah/ketat.

Timing ketat sekarang (tcl-trp-trcd-tras) 2-2-2-5/1.5-2-2-5 (winbond based) umumnya bisa berjalan 250~270mhz. Sedangkan timing longgar 2.5-3-3-7/3-4-4-8 (samsung tccd/hynix/micron) bisa berjalan 260~300mhz. semakin kecil timing semakin baik, artinya untuk clock yg sama, respon semakin cepat juga. Dilain pihak, semakin tinggi clock juga mempercepat proses baca/tulis memory.

Ada titik keseimbangan, dimana misalnya dg timing ketat 2-2-2-5 250mhz akan sama bandwidthnya dg timing longgar 2.5-3-3-8 275mhz. Dicari, karakteristik mana yg lebih cocok dg systemnya.

Untuk amd, pada jaman athlon xp bandwidth terbatas oleh fsb (400mhz) sehingga walaupun clock memory tinggi tapi kalo fsb rendah, efisiensi akan menurun dan tak akan lebih dari kemampuan transfer rate fsb.
Intel sendiri berjalan pada fsb 400,533,800,1000mhz, terlihat jelas disini kalo seberapa besarnya clock memory masih dapat ditangani oleh fsb yg tinggi.

Pada A64, limitasi ini sudah tidak ada. Karena kendala bottleneck pada fsb diatasi dg menggunakan hypertransport.

diambil dari diskusi oprekpc.com Post subject: Sekilas tentang pengetahuan memory

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mengenal RAM, ROM, dan Hirarki Memori

Dalam tulisan saya berikut ini, saya akan menuliskan beberapa penjelasan tentang apa itu RAM, ROM, dan Hirarki Memori. Mungkin beberapa dari kalian ada yang sudah tahu apa itu RAM, ROM, saya akan menambakan beberapa informasi tentang RAM, ROM, dan apa sih hirarki memori itu, lets check it out!!

1. RAM (Random Access Memory)

RAM adalah sebuah tempat penyimpanan data sementara yang dapat dibaca maupun ditulis oleh prosessor atau perangkat keras lainnya. Data-data dan program yang masuk melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara random, maksudnya dapat diisi, ditulis, diambil, atau dihapus isinya).
Pada komputer saat ini dipergunakan 2 buah jenis RAM, yaitu :
A. DRAM (Dynamic RAM)

  • RAM jenis ini menyimpan informasi dalam waktu yang singkat.
  • kelebihan : Harga murah, dan membutuhkan sedikit tenaga listrik
  • kekurangan : untuk mempertahankan informasi yang disimpan, RAM ini melakukan refresh isinya sehingga menyebabkan penurunan dalam kecepatannya.

B. SRAM (Static RAM)

  • mempertahankan isinya selama ada listrik atau tenaga untuk mempertahankannya
  • kelebihan : tidak memerlukan refresh terhadap isinya dalam waktu yang cepat
  • kekurangan : harga mahal, dan memerlukan tenaga listrik yang besar

2. ROM (Read Only Memory)

ROM adalah tempat penyimpanan yang memuat instruksi atau data yang dibaca akan tetapi tidak dapat ditulis. ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM.

ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok yang diperlukan oleh komputer, seperti penampilan karakter dilayar, pengisian tombol kunci papan ketik, dan bootstrap yang diperlukan pada saat pertama kali sistem komputer diaktifkan. biasanya disebut booting.

Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan microinstruction karena hardware dan software dijadkan satu oleh pabrik. Isi dari ROM tidak boleh hilang atau rusak. Bila terjadi demikian, maka sistem komputer tidak akan berfungsi.

Jenis ROM :

  • PROM (Programmable ROM), yang hanya dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tisak dapat diubah kembali.
  • EPROM (Erasable Programmable ROM), yang hanya dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta dapat diprogram kembali secara berulang-ulang.
  • EEPROM (Electrically Erasable Programmable ROM), yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.

3. Hirarki Memori

Hirarki Memori dalam arsitektur komputer adalah sebuah pedoman yang dilakukan oleh para perancang demi menyetarakan kapasitas, waktu akses, dan harga memori untuk tiap bitnya. Secara umum, hierarki memori terdapat dua macam yakni hierarki memori tradisional dan hierarki memori kontemporer.

 

Gambar Hirarki memori kontemporer dan tradisional

Hierarki memori memang disusun sedemikian rupa agar semakin ke bawah, memori dapat mengalami hal-hal berikut:

  • peningkatan waktu akses memori (semakin ke bawah semakin lambat, semakin ke atas semakin cepat)
  • peningkatan kapasitas (semakin ke bawah semakin besar, semakin ke atas semakin kecil)
  • peningkatan jarak dengan prosesor (semakin ke bawah semakin jauh, semakin ke atas semakin dekat)
  • penurunan harga memori tiap bitnya. (semakin ke bawah semakin semakin murah, semakin ke atas semakin mahal)

Memori yang lebih kecil, lebih mahal dan lebih cepat diletakkan pada urutan teratas. Sehingga, jika diurutkan dari yang tercepat, maka urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Register Mikroprosessor Ukurannya yang paling kecil tapi memiliki waktu akses yang paling cepat, umumnya hanya 1 siklus CPU saja.
  2. Cache mikroprosesor, yang disusun berdasarkan kedekatannya dengan prosesor (level-1, level-2, level-3, dan seterusnya). Memori cache mikroprosesor dikelaskan ke dalam tingkatan-tingkatannya sendiri:
    1. level-1: memiliki ukuran paling kecil di antara semua cache, sekitar puluhan kilobyte saja. Kecepatannya paling cepat di antara semua cache.
    2. level-2: memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan cache level-1, yakni sekitar 64 kilobyte, 256 kilobyte, 512 kilobyte, 1024 kilobyte, atau lebih besar. Meski demikian, kecepatannya lebih lambat dibandingkan dengan level-1, dengan nilai latency kira-kira 2 kali hingga 10 kali. Cache level-2 ini bersifat opsional. Beberapa prosesor murah dan prosesor sebelum Intel Pentium tidak memiliki cache level-2.
    3. level-3: memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan cache level-2, yakni sekitar beberapa megabyte tapi agak lambat. Cache ini bersifat opsional. Umumnya digunakan pada prosesor-prosesor server dan workstation seperti Intel Xeon atau Intel Itanium. Beberapa prosesor desktop juga menawarkan cache level-3 (seperti halnya Intel Pentium Extreme Edition), meski ditebus dengan harga yang sangat tinggi.
  3. Memori Utama: memiliki akses yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan memori cache, dengan waktu akses hingga beberapa ratus siklus CPU, tapi ukurannya mencapai satuan gigabyte. Waktu akses pun kadang-kadang tidak seragam, khususnya dalam kasus mesin-mesin Non-uniform memory access (NUMA).
  4. Cache cakram magnetis, yang sebenarnya merupakan memori yang digunakan dalam memori utama untuk membantu kerja cakram magnetis.
  5. Cakram Magnetis : salah satu contoh dari cakram magnetis adalah Hardisk. kecepatan membacanya lebih lamabat dari memori utama.
  6. Tape magnetis : contohnya kaset video. Pembacaan datanya jauh lebih lambat dari cakram magnetis. Hal ini dapat dilihat dari seberapa cepat kaset tape atau video bisa kita putar.
  7. Cakram Optik : contohnya adalah DVD dan CD. Pembacaannya jauh lebih lambat daripada cakram magnetis.

Sekian penjelasan dari saya, jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan posting di komen, atau tanya langsung saja ke mbah google, ahaha….

sumber : buku Sistem Komputer, dan beberapa di wikipedia.com

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sejerah Perkembangan RAM/Memory

SEJARAH PERKEMBANGAN RAM/Memory
PENDAHULUAN
Perkembangan micro computer, atau yang lebih sering disebut dengan PC (Personal Computer) yang sedemikian pesat tentunya tidak lepas dari kebutuhan manusia akan informasi yang harus diolah oleh PC serta tentu saja perkembangan teknologi, khususnya teknologi perangkat keras, perangkat lunak, serta fungsi atau algoritma yang digunakan dalam memproses informasi yang diolah tersebut.
Namun perkembangan kemampuan PC tidak selalu ditentukan oleh perkembangan prosessor semata. Masih faktor lainnya, seperti teknologi chipset, memori, kartu VGA, perangkat media simpan, dan sebagainya. Semua perangkat saling berkembang, berevolusi ke arah yang lebih baik untuk bersama – sama membangun sistem PC yang tangguh.
Untuk itulah, melalui makalah ini, penulis mencoba memberikan sedikit informasi mengenai evolusi perangkat memori pada PC. Namun sebelum melangkah pada pokok permasalahan, perlu ditegaskan terlebih dahulu ruang lingkup pembahasan makalah ini. Evolusi memori yang penulis bahas pada makalah ini hanya meliputi memori utama (main memory) jenis RAM (Random Access Memory) yang digunakan pada komputer mikro (PC).
Perkembangan kemampuan prosessor yang pesat tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan memori. Sebagai penampung data / informasi yang dibutuhkan oleh prosessor sekaligus sebagai penampung hasil dari perhitungan yang dilakukan oleh prosessor, kemampuan memori dalam mengelola data tersebut sangatlah penting. Percuma saja sebuah sistem PC dengan prosessor berkecepatan tinggi apabila tidak diimbangi dengan kemampuan memori yang sepadan.
Ketidak tepatan perpaduan kemampuan prosessor dengan memori dapat menyebabkan inefisiensi bagi keduanya. Katakanlah kita memiliki prosessor yang mampu mengolah arus data sebanyak 100 instruksi per detiknya, sementara kita memiliki memori dengan kemampuan menyalurkan data ke prosessor sebesar 50 instruksi per detiknya. Lalu apa yang terjadi? Sistem akan mengalami bottleneck. Prosessor harus menunggu data dari memori. Instruksi yang seharusnya dapat dikerjakan dalam waktu 1 detik menjadi 2 detik karena kemampuan memori yang terbatas.
Apa Arti Istilah-istilah pada RAM?
Begitu banyak nama dan istilah spesifik digunakan pada RAM. Kadang dapat membingungkan. Tapi tidak jadi masalah, setelah Anda membaca penjelasan singkatnya berikut. Ini dapat dijadikan panduan, setidaknya untuk membaca spesifikasi dan memperhitungkan dengan kemampuan produk yang bersangkutan.
Speed
Speed atau kecepatan, makin menjadi faktor penting dalam pemilihan sebuah modul memory. Bertambah cepatnya CPU, ditambah dengan pengembangan digunakannya dual-core, membuat RAM harus memiliki kemampuan yang lebih cepat untuk dapat melayani CPU.
Ada beberapa paramater penting yang akan berpengaruh dengan kecepatan sebuah memory.
Megahertz
Penggunaan istilah ini, dimulai pada jaman kejayaan SDRAM. Kecepatan memory, mulai dinyatakan dalam megahertz (MHz). Dan masih tetap digunakan, bahkan sampai pada DDR2.
Perhitungan berdasarkan selang waktu (periode) yang dibutuhkan antara setiap clock cycle. Biasanya dalam orde waktu nanosecond. Seperti contoh pada memory dengan aktual clock speed 133 MHz, akan membutuhkan access time 8ns untuk 1 clock cycle.
Kemudian keberadaan SDRAM tergeser dengan DDR (Double Data Rate). Dengan pengembangan utama pada kemampuan mengirimkan data dua kali lebih banyak. DDR mengirimkan data dua kali dalam satu clock cycle.
Kebanyakan produk mulai menggunakan clock speed efektif, hasil perkalian dua kali data yang dikirim. Ini sebetulnya lebih tepat jika disebut sebagai DDR Rating.
Hal yang sama juga terjadi untuk DDR2. Merupakan hasil pengembangan dari DDR. Dengan kelebihan utama pada rendahnya tegangan catudaya yang mengurangi panas saat beroperasi. Juga kapasitas memory chip DDR2 yang meningkat drastis, memungkinkan sebuah keping DDR2 memiliki kapasitas hingga 2 GB. DDR2 juga mengalami peningkatan kecepatan dibanding DDR.
PC Rating
Pada modul DDR, sering ditemukan istilah misalnya PC3200. Untuk modul DDR2, PC2-3200. Dari mana angka ini muncul?
Biasa dikenal dengan PC Rating untuk modul DDR dan DDR2. Sebagai contoh kali ini adalah sebuah modul DDR dengan clock speed 200 MHz. Atau untuk DDR Rating disebut DDR400. Dengan bus width 64-bit, maka data yang mampu ditransfer adalah 25.600 megabit per second (=400 MHz x 64-bit). Dengan 1 byte = 8-bit, maka dibulatkan menjadi 3.200MBps (Mebabyte per second). Angka throughput inilah yang dijadikan nilai dari PC Rating. Tambahan angka “2″, baik pada PC Rating maupu DDR Rating, hanya untuk membedakan antara DDR dan DDR2.
CAS Latency
Akronim CAS berasal dari singkatan column addres strobe atau column address select. Arti keduanya sama, yaitu lokasi spesifik dari sebuah data array pada modul DRAM.
CAS Latency, atau juga sering disingkat dengan CL, adalah jumlah waktu yang dibutuhkan (dalam satuan clock cycle) selama delay waktu antara data request dikirimkan ke memory controller untuk proses read, sampai memory modul berhasil mengeluarkan data output. Semakin rendah spesifikasi CL yang dimiliki sebuah modul RAM, dengan clock speed yang sama, akan menghasilkan akses memory yang lebih cepat.
MENGENAL BAGIAN-BAGIAN RAM
Secara fisik, komponen PC yang satu ini termasuk komponen dengan ukuran yang kecil dan sederhana. Dibandingkan dengan komponen PC lainnya.
Sekilas, ia hanya berupa sebuah potongan kecil PCB, dengan beberapa tambahan komponen hitam. Dengan tambahan titik-titik contact point, untuk memory berinteraksi dengan motherboard. Inilah di antaranya.
PCB (Printed Circuit Board)
Pada umumnya, papan PCB berwana hijau. Pada PCB inilah beberapa komponen chip memory terpasang.
PCB ini sendiri tersusun dari beberapa lapisan (layer). Pada setiap lapisan terpasang jalur ataupun sirkuit, untuk mengalirkan listrik dan data. Secara teori, semakin banyak jumlah layer yang digunakan pada PCB memory, akan semakin luas penampang yang tersedia dalam merancang jalur. Ini memungkinkan jarak antar jalur dan lebar jalur dapat diatur dengan lebih leluasa, dan menghindari noise interferensi antarjalur pada PCB. Dan secara keseluruhan akan membuat modul memory tersebut lebih stabil dan cepat kinerjanya. Itulah sebabnya pada beberapa iklan untuk produk memory, menekankan jumlah layer pada PCB yang digunakan modul memory produk yang bersangkutan.
Contact Point
Sering juga disebut contact finger, edge connector, atau lead. Saat modul memory dimasukkan ke dalam slot memory pada motherboard, bagian inilah yang menghubungkan informasi antara motherboard dari dan ke modul memory. Konektor ini biasa terbuat dari tembaga ataupun emas. Emas memiliki nilai konduktivitas yang lebih baik. Namun konsekuensinya, dengan harga yang lebih mahal. Sebaiknya pilihan modul memory disesuaikan dengan bahan konektor yang digunakan pada slot memory motherboard. Dua logam yang berbeda, ditambah dengan aliran listrik saat PC bekerja lebih memungkinkan terjadinya reaksi korosif.
Pada contact point, yang terdiri dari ratusan titik, dipisahkan dengan lekukan khusus. Biasa disebut sebagai notch. Fungsi utamanya, untuk mencegah kesalahan pemasangan jenis modul memory pada slot DIMM yang tersedia di motherboard. Sebagai contoh, modul DDR memiliki notch berjarak 73 mm dari salah satu ujung PCB (bagian depan). Sedangkan DDR2 memiliki notch pada jarak 71 mm dari ujung PCB. Untuk SDRAM, lebih gampang dibedakan, dengan adanya 2 notch pada contact point-nya.
DRAM (Dynamic Random Access Memory)
Komponen-komponen berbentuk kotak-kotak hitam yang terpasang pada PCB modul memory inilah yang disebut DRAM. Disebut dynamic, karena hanya menampung data dalam periode waktu yang singkat dan harus di-refresh secara periodik. Sedangkan jenis dan bentuk dari DRAM atau memory chip ini sendiri cukup beragam.
Chip Packaging
Atau dalam bahasa Indonesia adalah kemasan chip. Merupakan lapisan luar pembentuk fisik dari masing-masing memory chip. Paling sering digunakan, khususnya pada modul memory DDR adalah TSOP (Thin Small Outline Package). Pada RDRAM dan DDR2 menggunakan CSP (Chip Scale Package). Beberapa chip untuk modul memory terdahulu menggunakan DIP (Dual In-Line Package) dan SOJ (Small Outline J-lead).
DIP (Dual In-Line Package)
Chip memory jenis ini digunakan saat memory terinstal langsung pada PCB motherboard. DIP termasuk dalam kategori komponen through-hole, yang dapat terpasang pada PCB melalui lubang-lubang yang tersedia untuk kaki/pinnya. Jenis chip DRAM ini dapat terpasang dengan disolder ataupun dengan socket. SOJ (Small Outline J-Lead) Chip DRAM jenis SOJ, disebut demikan karena bentuk pin yang dimilikinya berbentuk seperti huruh “J”. SOJ termasuk dalam komponen surfacemount, artinya komponen ini dipasang pada sisi pemukaan pada PCB.
TSOP (Thin Small Outline Package)
Termasuk dalam komponen surfacemount. Namanya sesuai dengan bentuk dan ukuran fisiknya yang lebih tipis dan kecil dibanding bentuk SOJ.
CSP (Chip Scale Package)
Jika pada DIP, SOJ dan TSOP menggunakan kaki/pin untuk menghubungkannya dengan board, CSP tidak lagi menggunakan PIN. Koneksinya menggunakan BGA (Ball Grid Array) yang terdapat pada bagian bawah komponen. Komponen chip DRAM ini mulai digunakan pada RDRAM (Rambus DRAM) dan DDR.
Sejarah perkembangan RAM
1. R A M
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
2. D R A M


Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.
3. FP RAM


Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.
Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
4. EDO RAM


Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
5. SDRAM PC66


Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.
6. SDRAM PC100


Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.
Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.

7. DR DRAM


Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.

8. RDRAM PC800


Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.
9. SDRAM PC133


Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.
10. SDRAM PC150

Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.
11. DDR SDRAM

Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.
12. DDR RAM

Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
Perbedaan DDR2 dengan DDR
13. DDR2 RAM


Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.
Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.
Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.
14. DDR3 RAM


RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM
EVOLUSI MODUL
Selain mengalami perkembangan pada sisi kemampuan, teknik pengolahan modul memori juga dikembangkan. Dari yang sederhana yaitu SIMM sampai RIMM. Berikut penjelasan singkatnya.
1. S I M M
Kependekan dari Single In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada salah satu sisi sirkuit PCB. Memori jenis ini hanya mempunyai jumlah kaki (pin) sebanyak 30 dan 72 buah.
SIMM 30 pin berupa FPM DRAM, banyak digunakan pada sistem berbasis prosessor 386 generasi akhir dan 486 generasi awal. SIM 30 pin berkapasitas 1MB, 4MB dan 16MB.
Sedangkan SIMM 70 pin dapat berupa FPM DRAM maupun EDO DRAM yang digunakan bersama prosessor 486 generasi akhir dan Pentium. SIMM 70 pin diproduksi pada kapasitas 4MB, 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB.
2. D I M M
Kependekan dari Dual In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada kedua sisi PCB, saling berbalikan. Memori DIMM diproduksi dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu dengan jumlah kaki 168 dan 184.
DIMM 168 pin dapat berupa Fast-Page, EDO dan ECC SDRAM, dengan kapasitas mulai dari 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB. Sementara DIM 184 pin berupa DDR SDRAM.
3. SODIMM
Kependekan dari Small outline Dual In-Line Memory Module. Memori ini pada dasarnya sama dengan DIMM, namun berbeda dalam penggunaannya. Jika DIMM digunakan pada PC, maka SO DIMM digunakan pada laptop / notebook.
SODIMM diproduksi dalam dua jenis,jenis pertama mempunyai jumlah kakai sebanyak 72, dan satunya berjumlah 144 buah
4. RIMM / SORIMM
RIMM dan SORIMM merupakan jenis memori yang dibuat oleh Rambus. RIMM pada dasarnya sama dengan DIMM dan SORIMM mirip dengan SODIMM.
Karena menggunakan teknologi dari Rambus yang terkenal mengutamakan kecepata, memori ini jadi cepat panas sehingga pihak Rambus perlu menambahkan aluminium untuk membantu melepas panas yang dihasilkan oleh memori ini.
KESIMPULAN
Jika dicermati, perkembangan memori mengarah pada peningkatan kemampuan memori dalam mengalirkan data baik dari dan ke prosessor maupun perangkat lain. Baik itu peningkatan access time maupun lebar bandwidth memori.
Selain itu, peningkatan kapasitas memori juga berkembang. Jika dulu, dengan sistem 8088, memori 1MB dalam satu keping memori sudah sangat mencukupi, kini bahkan beberapa perusahaan membuat kapasitas memori sebesar 2GB dalam satu kepingnya!
Yang tidak kalah berkembang adalah adanya kecenderungan penurunan tegangan kerja yang dibutuhkan oleh memori untuk bekerja secara optimal.



Sumber : http://lukypiksi.wordpress.com/2009/01/29/sejarah-perkembangan-rammemory/

(EDITED)
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar